Diduga Ada Pungli Saat PPDB 2019, KCD Wilayah VIII Jabar Akan Klarifikasi SMAN 1 Tanjungsari

  • Whatsapp
Ilustrasi pungli. Foto: Okezone via inews.
Ilustrasi pungli. Foto: Okezone via inews.
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, SUMEDANG – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di SMA Negeri 1 Tanjungsari, Kabupaten Sumedang diduga telah terjadi praktik pungutan liar.

Atas dugaan tersebut, Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jawa Barat akan mengklarifikasi kepada sekolah yang diduga telah memungut uang pada pelaksanaan PPDB.

Read More

Kepala KCD Pendidikan Wilayah VIII Jawa Barat, Otin Martini mengatakan,
kami akan segera mengklarifikasi kepada pihak sekolah, menyusul setelah ada beberapa keluhan dan masukan dari sejumlah pihak yang menyampaikan permasalahan tersebut secara langsung kepada saya.

“Masukan ini sangat berarti buat kami. Meski begitu, lanjut dia, kami tetap harus klarifikasi kepada pihak sekolah yang diduga telah memungut uang saat pelaksanaan PPDB,” kata Otin Martini kepada sejumlah wartawan saat ditemui di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat 26 Juli 2019.

Menurut Otin, bagi sekolah yang melakukan pungutan uang PPDB, kami akan memberikan sanksi kepada pihak sekolah. Baik itu kepala sekolah maupun guru.

“Pendaftaran siswa baru itu gratis, tidak boleh ada namanya uang pendaftaran. Apalagi ada pungutan liar lainnya. Kalau sekolah yang memungut uang pendaftaran, pihak sekolah akan diberi sanksi teguran dan wajib mengembalikan uang pendaftaran itu kepada orangtua siswa, apalagi memungut uang untuk kepentingan pribadi,” kata dia.

Kendati demikian, menurut Otin, kami berharap agar para orangtua siswa melaporkam ke Dinas Pendidikan apabila ada sekolah yang tidak menerapkan pendaftaran gratis apalagi melakukan pungli.

“Kalau ada sekolah yang memungut uang yang peruntukanya tidak jelas, kami harap orangtua siswa menginformasikan ke Disdik,” ucapnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak sekolah belum memberikan keterangan atas adanya dugaan praktik pungli tersebut. (kia/ras)

Laporan Kiki Andriana dari Sumedang, Jawa Barat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *