45 Tahun Terisolasi, Warga Dusun Jeungjing Akhirnya Punya Akses Jalan

  • Whatsapp
Seorang pengendara sepeda motor melintasi akses jalan di Dusun Jeungjing, Desa Padanaan, Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang. Jalan sepanjang 1 kilometer dengan lebar 2,5 meter itu merupakan wujud program TMDD. Foto: notif.id/kiki andriana
Seorang pengendara sepeda motor melintasi akses jalan di Dusun Jeungjing, Desa Padanaan, Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang. Jalan sepanjang 1 kilometer dengan lebar 2,5 meter itu merupakan wujud program TMDD. Foto: notif.id/kiki andriana
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, SUMEDANG – Ada begitu banyak jejak sejarah yang tersebar di tanah Desa Padanaan, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang. Salah satunya jejak perang dunia II di Indonesia.

Bukti peninggalan adanya jejak pertempuran perang dunia II di Desa Padanaan adalah adanya gua di Gunung Bedug yang berbatasan dengan Desa Bugel, Kecamatan Tomo. Gua tersebut difungsikan oleh tentara Belanda sebagai tempat kemiliterannya.

Read More

“Dulu daerah ini pernah diserbu oleh tentara Belanda, selain itu, daerah Jeungjing merupakan tempat peperangan tentara rakyat Sumedang dengan pemberontak Darul Islam (DI) dan Tentara Islam Indonesia (TII), ” kata Adun (97) seorang warga Dusun Jeungjing, Desa Padanaan, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang kepada Notif ditemui di kediamannya, Selasa 9 Juli 2019.

Menurut Adun, dulu tentara Belanda menyerbu rakyat Indonesia menggunakan senjata laras lanjang dan menggunakan meriam. Banyak korban jiwa berjatuhan baik dari pihak Belanda maupun warga setempat.

Di kampung Abah oge rea nu jadi korban tembak. (Di kampung Abah juga banyak yang jadi korban tembak). Tentara Belanda oge rea nu maot. (tentara Belanda juga banyak yang mati),” ucap dia.

Meski memiliki sejarah perang kemerdekaan, ujar Adun, namun daerah tempat tinggalnya sudah hampir 45 tahun terisolasi. Banyak warga yang mau ke jalan raya hanya dengan mengandalkan jalan setapak. Lebih mirisnya lagi ,jika ada warga yang akan melahirkan, maka harus harus ditandu memakai sarung untuk pergi ke rumah sakit.

“Jalan setapak pun dibangun saat masa jabatan Kepala Desa Pak Gotun, itu pun hanya jalan satapak saja. Lebarnya kecil sekali,” kata dia.

Kini Dusun Jeungjing, Desa Padanaan, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, sudah memiliki akses jalan baru. Sudah 45 tahun lamanya wilayah tersebut susah dilalui berbagai kendaraan. Hal itu karen tidak adanya jalan utama yang menghubungkan antar wilayah lainya.

Menurut Adun, selama puluhan tahun masyarakat mendambakan adanya jalan utama. Sebab, jika ada jalan utama akan memudahkan masyarakat untuk melakukan aktivitas, baik membawa hasil bumi untuk diperjual-belikan, maupun untuk bepergian ke wilayah lain.

“Alhamdulillah, berkat adanya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilakukan TNI, sekarang kami semua memiliki akses jalan. Program TMMD yang dipelopori Kodim 0610 Sumedang sudah membawa kami keluar dari keterisolasian,” katanya.

Program TMMD ke-105 di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, resmi dibuka dengan ditandai upacara yang dipimpin Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, di lapangan Desa Padanaan, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Selasa 9 Juli 2019.

Menurut Uu Program TMMD sangat positif. Pasalnya kegiatan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Program TMMD bukan untuk memperbaiki jalan, tetapi membuat jalan yang dulunya jalan setapak menjadi jalan besar. Selain itu juga membangun jembatan.

“Hal ini sejalan dengan program Pemprov Jabar terkait gerbang desa, yaitu membangun daerah daerah perbatasan antar desa, antar kota dan antar kabupaten, sehingga jadi sejalan,” kata Uu Ruzhanul Ulun kepada sejumlah wartawan di lokasi.

Menurut Kang Uu sapaan akrab mantan bupati Tasikmalaya ini, TMMD juga merupakan kegiatan dalam mempersatukan kekuatan antara rakyat dan TNI.

“Manunggalnya, tuh, disini, dulu manunggal mengusir penjajah, melawan pemberontak. Namun, sekarang manungggal antar TNI dan rakyat dalam membangun dan mengisi kemerdekaan ini dengan membangun desa,” kata dia.(kia/mrb)

Laporan Kiki Andriana dari Sumedang, Jawa Barat

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *