Terdakwa OTT Pungli Dispendukcapil Jember Dituntut 1,5 Tahun Penjara

  • Whatsapp
Ilustrasi pungutan liar. ISTIMEWA
Ilustrasi pungutan liar. ISTIMEWA
Perkiraan waktu baca: < 1 menit

NOTIF.ID, JEMBER – Kedua terdakwa kasus operasi tangkap tangan (OTT) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Jember dituntut 1,5 tahun penjara dan denda 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

Kuasa hukum Abdul Kadar, Muhammad Nuril mengatakan melihat pengakuan dari terdakwa Sri Wahyuniati yang menyatakan bahwa uang yang disita polisi saat OTT adalah pinjaman.

Read More

“Hal tersebut tidak masuk akal jika pinjaman, pasalnya di dalam rekening terdakwa Sri Wahyuniati masih ada uang ratusan juta yang tidak diketahui asalnya,” kata Nuril melalui selulernya, Senin 20 Mei 2019. Tuntutan sendiri dibacakan pada Jumat 17 Mei 2019 kemarin oleh jaksa penuntut umum di pengadilan tipikor Surabaya.

Nuril menjelaskan, Sri Wahyuniati dan Abdul Kadar telah terbukti melanggar dakwaan kedua, jadi keduanya dituntut dengan hukuman 1,5 tahun penjara denda 50 juta dan 2 bulan kurungan.

Sidang selanjutnya akan digelar Jumat depan dengan agenda pembelaan terdakwa. Pihaknya akan melakukan pembelaan di pekan depan.

“Karena sesuai dengan fakta persidangan bahwa Abdul Kadar adalah relawan yang membantu dalam pengurusan adminduk,” katanya. (kus/mrb)

Laporan Kusbandono dari Jawa Timur.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *