Krisis Air India, Menewaskan Lebih 200.000 Penduduk Tiap Tahunnya

  • Whatsapp
Kasus kekeringan di India, merupakan kasus krisis air terburuk dalam sejarahnya, dengan 600 juta orang berurusan dengan kekurangan air. Banyak penduduk India hanya bisa mengandalkan tanker untuk mengirimkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari. Foto: CNN.
Perkiraan waktu baca: 3 menit

NOTIF.ID – India menghadapi krisis air terburuk dalam sejarahnya, 600 juta penduduk berurusan dengan krisis air yang ekstrim, dari laporan yang dilansir dari CNN, Niti Aayog, sebuah organisasi ‘think tank’ di India, rata-rata 200.000 nyawa orang India hilang setiap tahunnya, karena kurangnya pasokan air dan kontaminasi air.

Seperti yang dialami oleh penduduk daerah Vasant Kunj, yang sudah hampir sepuluh hari menunggu kedatangan kapal tanker air dari pemerintah India. Walaupun mal-mal perbelanjaan megah ada di Delhi, namun para penduduk tinggal di gubuk-gubuk besi yang penuh sesak dan panas. Daerah ini sangat kumuh, dan menjadi daerah termiskin di Delhi Selatan.

Read More

Setiap penduduk, diberi 600 liter (158,5 galon) per rumah tangga, hal ini hampir tidak cukup untuk bertahan hidup sampai jatah berikutnya tiba.

“Sangat sulit untuk hidup seperti ini, semuanya berasal dari air ini. Semuanya. Minum, memasak, membersihkan, mencuci.” kata Fatima Bibi (30) yang bertugas mengatur pasokan air untuk daerah kumuh.

penduduk daerah Vasant Kunj, bergilir membagikan Pasokan air untuk 10 hari kepada setiap rumah tangga. 600 liter (158,5 galon) hampir tidak cukup untuk bertahan hidup, sampai jatah berikutnya tiba. Foto: CNN.

Ketika India berkembang dan tumbuh untuk mendukung 1,3 miliar penduduknya, mereka yang berada di garis krisis mengatakan, bahwa kejadian ini akan lebih memburuk. Karena pada saat ini, dua puluh satu kota besar di India diperkirakan kehabisan air tanah pada tahun 2020, hanya tinggal tersisa satu tahun lagi.

Dari lansiran CNN, Jyoti Sharma, pendiri dan presiden FORCE, sebuah LSM di India yang bekerja di bidang konservasi air dan sanitasi, mengungkapkan bahwa, Ketika negara-negara seperti India semakin kering karena perubahan iklim, air akan menjadi masalah kesenjangan global.

“Kami memiliki terlalu banyak orang karena terlalu sedikit air, Sangat disayangkan bahwa orang tidak melihat betapa menakutkannya itu sebenarnya.” kata dia.

India adalah negara yang mengandalkan air tanah untuk sebagian besar kebutuhan airnya. Masalah utamanya, penggalian lubang bor selama puluhan tahun ke dasar bumi untuk mencapai air, tidak mendukung sistem pemanenan air tradisional di India, dan akhirnya rakyat di India mengalami kekurangan air dan penipisan air tanah yang parah.

“Kami adalah pengguna air tanah terbesar di dunia, Ini sangat buruk, ini adalah kondisi krisis yang sangat parah.” kata Joydeep Gupta, editor Asia Selatan di Third Pole, sebuah situs web berita yang didedikasikan untuk masalah lingkungan.

Ketika India menjadi lebih urban dan jutaan orang pindah ke kota, ada peningkatan permintaan akan air. Kota-kota harus mencari lebih jauh dan lebih jauh lagi untuk sumber air, yang dipompa ratusan kilometer melalui pipa.
Seratus juta orang, termasuk mereka yang di kota-kota besar Delhi, Bangalore dan Hyderabad, akan segera tinggal di kota-kota dengan kondisi air tanah nol.

“Kebijakan seperti beberapa negara memberikan listrik gratis kepada petani, atau memberikan dukungan finansial untuk ekstraksi air tanah – sumur bor dan tabung – menghasilkan eksploitasi yang tidak terkendali dan pemborosan sumber daya,” Suresh Rohilla, direktur pengelolaan air perkotaan di Pusat Sains dan Lingkungan kepada CNN tahun lalu.

Jeriken air berjejer di setiap jalur dan pemukiman di daerah kumuh. Foto: CNN.

Karena memang negara India adalah negara agraris, dengan 80% airnya digunakan untuk mengairi lahan pertanian seperti tebu dan beras.

Yang memperparah masalah di India juga adalah perubahan pola iklim yang membuat pasokan air jauh lebih tidak pasti. “Hujan muson lebih tak menentu dan kekeringan lebih sering terjadi, mengancam panen petani,” kata Gupta.

Menipisnya permukaan air, kekeringan dan meningkatnya hutang, menyebabkan memicu adegan kemarahan orang-orang yang berebut air, antrian panjang dan protes menuntut air.

Krisis agraria yang semakin dalam, dan bunuh diri di kalangan petani di India, telah menjadi masalah nasional. Menurut data pemerintah yang dikumpulkan oleh LSM Down to Earth yang berbasis di Mumbai, lebih dari 200.000 petani bunuh diri sejak tahun 1995 dalam kasus krisis kekeringan air di India. (*/ell)

Sumber: CNN

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *