Sambangi SMPN 5 Sumedang, Sepuluh Polwan Bicara Bahaya Hoax hingga Perlindungan Perempuan dan Anak

  • Whatsapp
Anggota kepolisian wanita (Polwan) Polres Sumedang Goes To School, di SMP Negeri 5 Sumedang, Senin 29 April 2019. (Kiki Andriana)
Anggota kepolisian wanita (Polwan) Polres Sumedang Goes To School, di SMP Negeri 5 Sumedang, Senin 29 April 2019. (Kiki Andriana)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, SUMEDANG – Aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 5 Sumedang, di Sumedang, Jawa Barat, Senin 29 April 2019, mendadak ramai. Ratusan siswa terlihat bersemangat setelah sepuluh anggota kepolisian wanita (Polwan) dari Kepolisian Resor Sumedang masuk ke area sekolah saat siswa akan melakukan upacara pengibaran bendera.

Satu diantara mereka yang turun langsung ke sekolah tersebut menjadi pembina upacara pengibaran bendera. Setelah upacara bendera, ke sepuluh Polwan tersebut mensosialisasikan terkait dengan tertib berlalu lintas serta penyuluhan terkait hoax, bullying, hingga penggunaan media informasi dan teknologi (IT).

Read More

Kegiatan Polwan Polres Sumedang Goes To School ini merupakan rangkaian memperingati Hari Kartini 2019.

“Kami memberikan edukasi kepada mereka, setidaknya untuk meminimalisir penggunaan kendaraan bermotor oleh kalangan siswa – siswi sekolah yang kerap mengalami kecelakaan,” katat Bripka Endah Widiawati kepada NOTIF.

Endah mengatakan, pihaknya juga memberikan edukasi kepada para murid mengenai bahaya hoax, dengan mengajak mereka untuk tidak menyebarkan berita sebelum memastikan kebenarannya.

“Cek keaslian foto maupun video, jangan teburu buru mengeshare berita yang belum jelas kebenaranya, serta berhati-hati dengan judul pengantar yang bersifat provokatif,” kata dia.

Selain hoax, sosialisasi bahaya bullying juga disampaikan. Polwan mengajak para siswa untuk tidak membullly atau menyudutkan seseorang baik yg disebarkan di medsos berupa Instagram, WhatsApp, Facebook,Twitter dan Youtube.

“Karena bisa terjerat UU ITE,” ucap dia.

Dalam kesempatan itu, Polisi juga menerangkan terkait pihaknya yang memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak, dalam kaitannya dengan kasus pelecehan seksual.

Polwan juga melakukan mengedukasi tertib berlau lintas sejak dini dengan menjabarkan Pasal 281 ayat (1), bahwa semua yang tidak mempunyai surat izin mengemudi (SIM) bisa dikenakan sanksi.

“Kami mengajak kepada siswa dan siswi supaya mentaati peraturan lalu lintas, dan jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas,” katanya. (KIA/MRB)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *