Bupati Sumedang akan Santuni Petugas Penyelenggara Pemilu yang Meninggal

  • Whatsapp
Forkopimda Kabupaten Sumedang melayat ke rumah duka, di RT 03 RW 01 Dusun Cijeler, Desa Cijeler, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang.[notif.id/Kiki Andriana]
Forkopimda Kabupaten Sumedang melayat ke rumah duka, di RT 03 RW 01 Dusun Cijeler, Desa Cijeler, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang.[notif.id/Kiki Andriana]
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, SUMEDANG – Banyaknya petugas penyelenggara pemilu di Kabupaten Sumedang yang jatuh sakit dan beberapa diantaranya meninggal dunia akibat melaksanakan tugas pada Pemilu 2019 serentak membuat Pemkab Sumedang bereaksi.

Bupati Sumedang, Doni Ahmad Munir mengatakan, Pemkab Sumedang akan memberikan uang duka kepada keluarga atau ahli waris penyelenggara pemilu yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya.

Read More

“Insyaallah Pemkab Sumedang akan memberikan santuan kepada petugas penyelengara pemilu yang meninggal dunia saat bertugas,” kata dia saat dihubungi Notif via pesan singkat, Minggu 28 April 2019.

Untuk diketahui, sebanyak 63 orang petugas penyelenggara pemilu di Kabupaten Sumedang diduga kelelahan saat bertugas. Rincian jumlahnya yaitui 42 orang petugas KPPS terbaring sakit dan seorang petugas KPPS meninggal dunia. Kemudian 19 orang anggota Bawaslu Sumedang terbaring sakit dan seorang Komisioner Bawaslu Kabupaten Sumedang meninggal dunia.

Dihari yang sama, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumedang melayat ke rumah almarhum Ali Anshor Umar (37) Anggota Komisioner Bawaslu Kabupaten Sumedang yang meninggal dunia akibat kelelahan saat bertugas di Pemilu 2019.

Forkopimda Kabupaten Sumedang melayat ke rumah duka, di RT 03 RW 01 Dusun Cijeler, Desa Cijeler, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang.

Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo menyampaikan duka cita kepada keluarga almarhum. Ia juga mengapresiasi kinerja, dedikasi, dan pengabdian Ali pada penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan itu.

“Semoga almarhum khusnul khotimah, dan amal ibadahnya diterima oleh Allah, serta ditempatkan di tempat yang terbaik, ” ucap Hartoyo.

Ucapan senada juga turut disampaikan Dandim 0610 Sumedang, Letkol Arh Novianto Formansyah. Ia mengatakan jika Ali layak menyandang gelar pahlawan demokrasi.

“Almarhum telah mendedikasikan diri untuk demokrasi di negara kita dan patut kita hargai. Beliau gugur dan menjadi pahlawan demokrasi,” kata Novianto.

Selama hidupnya, kata Novianto, Ali dikenal sebagai sosok yang ramah. Ia mengaku sangat kehilangan atas meninggalnya Ali.

” Kita semua sangat kehilangan. Namun, kita tidak bisa larut dalam kesedihan, karena tugas masih menunggu. Oleh karena itu, saya berharap kepada rekan-rekan komisioner lainnya tetap semangat dalam menjalankan tugas dan tetap jaga kesehatan,” katanya.(kia/ras)

Laporan Kiki Andriana dari Sumedang, Jawa Barat

Sumber: notif.id

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *